NAMA : BONA TAUPIQ SITIO
KELAS : 3EA16
NPM :12214216
BUDAYA PERUSAHAAN / ORGANISASI
Pengertian
Budaya Organisasi Menurut Para Ahli
Susanto: Pengertian
budaya organisasi menurut susanto adalah nilai-nilai yang menjadi pedoman
sumber daya manusia untuk menghadapi permasalahan eksternal dan usaha
penyesuaian integrasi ke dalam perusahaan sehingga masing-masing anggota
organisasi harus memahami nilai-nilai yang ada dan sebagaimana mereka harus
bertingkah laku atau berperilaku.
Robbins: Budaya
organisasi menurut Robbins adalah suatu sistem makna bersama yang dianut oleh
anggota-anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan yang lain.
Gareth R.
Jones: Definisi budaya organisasi menurut Gareth R. Jones adalah suatu
persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi, suatu sistem dari
makna bersama.
Walter R.
Freytag: Pengertian budaya organisasi menurut Walter R. Freytag bahwa
budaya organisasi adalah asumsi-asumsi dan nilai-nilai yang disadari atau tidak
disadari yang mampu mengikat kepaduan suatu organisasi. Asumsi dan nilai
tersebut menentukan pola perilaku para anggota di dalam organisasi.
Larissa A.
Grunig, et.al.., : Menurut Larissa A. Grunig, et. al.., bahwa budaya
organisasi adalah totalitas nilai, simbol, makna, asumsi, dan harapan yang
mampu mengorganisasikan suatu kelompok yang bekerja secara bersama-sama.
Lathans
(1998): Budaya organisasi menurut Lathans (1998) adalah norma-norma dan
nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi. Setiap anggota
organisasi akan berperilaku sesuai dengan budaya yang berlaku agar diterima
oleh lingkungannya.
Sarpin
(1995): Pengertian budaya organisasi menurut sarpin adalah suatu sistem
nilai, kepercayaan dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling
berinteraksi dengan struktur system formalnya untuk menghasilkan norma-norma
perilaku organisasi.
Schein: Menurut
Schein, pengertian budaya organisasi adalah suatu pola dari asumsi-asumsi dasar
yang ditemukan, diciptakan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu,
dengan maksud agar organisasi elajar mengatasi dan menganggulangi
masalah-masalah yang timbul akibat adaptasi eksternal dan integrasi internal
yang sudah berjalan dengan cukup baik, sehingga perlu diajarkan kepada
anggota-anggota baru sebagai cara yang benar untuk memahami, memikirkan dan
merasakan berkanaan dengan masalah-masalah tersebut.
Mondy dan Noe
(1996): Menurutnya budaya organisasi adalah system dari shared values,
keyakinan dan kebiasaan-kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling
berinteraksi dengan struktur formalnya untuk menciptakan norma-norma perilaku.
Hodge, Anthony
dan Gales (1996): Budaya organisasi menurut mereka adalah konstruksi
dari dua tingkat karakteristik, yaitu karakteristik organisasi yang kelihatan
(observable) dan yang tidak kelihatan (unoservable).
Fungsi Budaya Organisasi
1. Perasaan Identitas dan Menambah Komitmen Organisasi
2. Alat pengorganisasian anggota
3. Menguatkan nila-nilai dalam organisasi
4. Mekanisme kontrol perilaku
5. Mendorong dan meningkatkan kinerja ekonomi baik dalam jangka pendek dan panjang.
6. Penentu arah organisasi mana yang boleh dan yang tidak boleh.
Fungsi Budaya Organisasi Menurut Para Ahli
Fungsi budaya pada umumnya sukar dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya organisasi, karena budaya merupakan gejala sosial. Menurut Ndraha (1997 : 21) ada beberapa fungsi budaya, yaitu :
1. Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
2. Sebagai pengikat suatu masyarakat
3. Sebagai sumber
4. Sebagai kekuatan penggerak
5. Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah
6. Sebagai pola perilaku
7. Sebagai warisan
8. Sebagai pengganti formalisasi
9. Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan
10. Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation – state
Sedangkan menurut Robbins (1999:294) fungsi budaya didalam sebuah organisasi adalah :
1. Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal batas
2. Budaya berarti identitas bagi suatu anggota organisasi
3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen
4. Budaya meningkatkan kemantapan sistem social
Dan menurut pendapat Siagian (1992:153) mencatat lima fungsi penting budaya organisasi, yaitu:
1. Sebagai penentu batas-batas perilaku dalam arti menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apa yang dipandang baik atau tidak baik, menentukan yang benar dan yang salah.
2. Menumbuhkan jati diri suatu organisasi dan para anggotanya.
3. Menumbuhkan komitmen sepada kepentingan bersama di atas kepentingan individual atau kelompok sendiri.
4. Sebagai tali pengikat bagi seluruh anggota organisasi
5. Sebagai alat pengendali perilaku para anggota organisasi yang bersangkutan
1. Perasaan Identitas dan Menambah Komitmen Organisasi
2. Alat pengorganisasian anggota
3. Menguatkan nila-nilai dalam organisasi
4. Mekanisme kontrol perilaku
5. Mendorong dan meningkatkan kinerja ekonomi baik dalam jangka pendek dan panjang.
6. Penentu arah organisasi mana yang boleh dan yang tidak boleh.
Fungsi Budaya Organisasi Menurut Para Ahli
Fungsi budaya pada umumnya sukar dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya organisasi, karena budaya merupakan gejala sosial. Menurut Ndraha (1997 : 21) ada beberapa fungsi budaya, yaitu :
1. Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
2. Sebagai pengikat suatu masyarakat
3. Sebagai sumber
4. Sebagai kekuatan penggerak
5. Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah
6. Sebagai pola perilaku
7. Sebagai warisan
8. Sebagai pengganti formalisasi
9. Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan
10. Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation – state
Sedangkan menurut Robbins (1999:294) fungsi budaya didalam sebuah organisasi adalah :
1. Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal batas
2. Budaya berarti identitas bagi suatu anggota organisasi
3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen
4. Budaya meningkatkan kemantapan sistem social
Dan menurut pendapat Siagian (1992:153) mencatat lima fungsi penting budaya organisasi, yaitu:
1. Sebagai penentu batas-batas perilaku dalam arti menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apa yang dipandang baik atau tidak baik, menentukan yang benar dan yang salah.
2. Menumbuhkan jati diri suatu organisasi dan para anggotanya.
3. Menumbuhkan komitmen sepada kepentingan bersama di atas kepentingan individual atau kelompok sendiri.
4. Sebagai tali pengikat bagi seluruh anggota organisasi
5. Sebagai alat pengendali perilaku para anggota organisasi yang bersangkutan
Karakteristik atau Ciri-Ciri Budaya
Organisasi
Berdasarkan hasil penelitian yang
menunjukkan bahwa terdapat tujuh karakteristik utama yang secara keseluruhan
yaitu sebagai berikut...
1. Innovation and Risk Talking (Inovasi dan
pengambilan resiko), adalah suatu tingkatan dimana pekerja didorong untuk
menjadi inovatif dan mengambil resiko
2. Attention to Detail (Perhatian pada
hal-hal detail), dimana pekerja diharakan menunjukkan ketepatan, alaisis, dan
perhatian pada hal detail.
3. Outcome Oritentation (Orientasi pada
manfaat), yang mana manajemen memfokuskan pada hasil atau manfaat dari yang
tidak hanya sekedar teknik dan proses untuk mendapatkan manfaat tersebut.
4. People Orientation (Orientasi pada
orang), dimana keputusan manajemen mempertimbangkan pengaruh manfaatnya pada
orang dalam organisasi.
5. Team Orientation (Orientasi pada tim),
dimana aktivitas kerja di organisasi berdasar tim daripada individual
6. Aggresiveness (Agresivitas), dimana
orang cenderung lebih agresif dan kompetitif daripada easygoing,
7. Stability (Stabilitas), yang mana
aktivitas organisasional tersebut menekankan pada menjaga status quo sebagai
lawan dari pada perkembangan.
Contoh-Contoh Budaya Organisasi
1. Kerapian Administrasi
Budaya organisasi dalam hal keraian administrasi,
merupakan yang harus dihidupkan dalam organisasi, baik itu surat-menyurat,
keuangan, pendapatan karyawan, barang masuk/keluar, dan sebagianya yang
membantu dalam kinerja organisasi.
2. Pembagian Wewenang Yang Jelas
Hal ini merupakan kunci yang dapat
menentukan keberhasilkan akan kinerja dalam perusahaan. Tanpa adanya pembagian
wewenang kinerja mungkin para anggota atau karyawan dalam perusahaan tersebut
akan kebingungan mana yang dijalankan dan mana yang tidak.
3. Kedisiplinan
Kedisiplinan merupakan budaya organisasi
yang melekat dimana pun berada. Dimana disiplin merupakan karakter dari
orang-orang sukses yang dapat menghargai waktu.
4. Inovasi
Budaya organisasi biasanya akan mendorong
anggota team untuk melahirkan suatu ide-ide kreatif dan inovasi baru untuk
tujuan organisasi yaitu kemajuan organisasi.
Usaha Jilbab
Apple Hijab
Usaha Apple
Hijab Mempunyai konveksi jilbab yang berada di jakarta timur, tepat nya di
kalisari,. Apple hijab melayani pembelian jilbab dan busana muslim secara online
dan offline. Apple hijab berdiri sejak tahun 2011 , berangkat dari konveksi
kecil-kecilan kini konveksi Apple Hijab sudah mampu melayani pesanan skala
besar. Lokasi tepat nya adalah dijalan haji balok 2 kalisari jakarta timur. Dan
toko tempat menjual nya berada di Thamrin City Lantai 2 Blok A. Usaha ini di
dirikan oleh Ibu Apple Sitio,
Visi
Menjadi Produsen
Busana muslim mandiri yang mampu bersaing di era globalisasi
Misi
Menyediakan
Busana muslim dan Hijab yang modern
Menyediakan
Busana muslim yang terjangkau dan modis
Menyediakan
Busana muslim yang sesuai dengan ajarran agama
Budaya
perusahaan yang perlu di terapkan adalah sikap cepat , dan responsiv.
Dalam artian
mampu melayani konsumen yang ingin membeli dan memberikan tanggapan atas
keluhan konsumen. Juga Perlu menerapkan budaya senyum dan sapa agar konsumen
yang datang nyaman dan betah sehingga mampu menarik rasa ingin membeli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar