Nama : Bona taupiq sitio
Kelas : 4EA16
NPM : 12214216
Jurnal 1
Kelas : 4EA16
NPM : 12214216
Jurnal 1
PEMANFAATAN E-COMMERCE DALAM DUNIA BISNIS
Oleh: Dewi Irmawati
Pendahuluan
Kemajuan
di bidang teknologi, komputer, dan telekomunikasi mendukung perkembangan
teknologi internet. Dengan internet pelaku bisnis tidak lagi
mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi apapun, untuk menunjang
aktivitas bisnisnya, bahkan sekarang cenderung dapat diperoleh berbagai macam
informasi, sehingga informasi harus disaring untuk mendapatkan informasi yang
tepat dan relevan. Hal tersebut mengubah abad informasi menjadi abad internet.
Penggunaan internet dalam bisnis berubah dari fungsi sebagai alat
untuk pertukaran informasi secara elektronik menjadi alat untuk aplikasi
strategi bisnis, seperti: pemasaran, penjualan, dan pelayanan pelanggan.
Dengan
pemanfaatan dan penggunaan teknologi internet diharapkan dapat memberikan
manfaat yang besar terhadap dunia bisnis yang kompetitif tersebut. Perusahaan
yang mampu bersaing dalam kompetisi tersebut adalah perusahaan yang mampu
mengimplementasikan teknologi dan informasi kedalam perusahaannya. Salah satu
jenis implementasi teknologi dalam hal meningkatkan persaingan bisnis dan
penjualan produk-produk adalah dengan menggunakan electronic commerce
(e-commerce) untuk memasarkan berbagai macam produk atau jasa, baik dalam
bentuk fisik maupun digital. Dalam penggunaan teknologi tersebut, berbagai
pihak yang terkait dengan perusahaan seperti investor, konsumen, pemerintah
akan ikut berperan.
Melihat kenyataan tersebut, maka penerapan teknologi e-commerce merupakan
salah satu faktor yang penting untuk menunjang keberhasilan suatu produk dari
sebuah perusahaan. Untuk mempercepat dan meningkatkan penjualan cepat maka
dengan melihat perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat tersebut
dapat memanfaatkan suatu layanan secara on-line yang berupa e-commerce.
Dengan adanya layanan electronic commerce (e-commerce) ini maka
pelanggan dapat mengakses serta melakukan pesanan dari berbagai tempat.
Metode
Studi literatur
Studi literatur dilakukan dengan mempelajari bahan-bahan
tertulis baik yang berasal dari buku, jurnal, atau artikel-artikel yang ada di
internet sesuai dengan masalah yang berkaitan.
Hasil
Electronic Commerce (e-commerce) adalah proses
pembelian, penjualan atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui
jaringan komputer. e-commerce merupakan bagian dari e-business,
di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan
tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan
pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga
memerlukan teknologi basis data atau pangkalan data (database), e-surat atau
surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti
halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-commerce ini.
Manfaat dan Tantangan Penggunaan e-commerce Dalam
Dunia Bisnis
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa
bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim
manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus,
struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan,
desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
1. Menyediakan harga kompetitif
2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan
ramah.
3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan
jelas.
4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran
istimewa, dan diskon.
5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari
pelanggan, dan lain-lain.
7. Mempermudah kegiatan perdagangan.
Manfaat yang dirasakan perusahaan khususnya untuk
kepentingan pelanggan memperlihatkan bahwa e-commerce dapat
memberikan manfaat antara lain:
· Mendapatkan
pelanggan baru.
Digunakannya e-commerce memungkinkan perusahaan
tersebut mendapatkan pelanggan baru baik itu yang berasal dari pasar domestik
maupun pasar luar negeri
· Menarik
konsumen untuk tetap bertahan.
Dengan adanya layanan ebanking membuat nasabah tidak
berpindah ke bank lain. Selain itu bank juga akan mendapatkan pelanggan baru
yang berasal dari bank-bank yang bertahan dengan teknologi lama.
· Meningkatkan
mutu layanan.
Dengan adanya e-commerce memungkinkan perusahaan
dapat meningkatkan layanan dengan melakukan interaksi yang lebih personal
sehingga dapat memberikan informasinya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh
konsumen.
· Melayani
konsumen tanpa batas waktu.
Adanya pelanggan dapat melakukan transaksi dan memanfaatkan
layanan suatu perusahaan tanpa harus terikat dengan waktu tutup ataupun buka
dari suatu perusahaan tersebut.
E-commerce memberikan pilihan kepada produsen tentang
jenis usaha dan skala usaha yang akan dikembangkan. Dengan mengimplementasikan
teknologi informasi e-commerce, produsen dapat memilih untuk mengembangkan
target pasar kepada pasar global atau hanya fokus terhadap segmen pasar
tertentu. Bagi usaha kecil dan menengah, dengan menggunakan e-commerce dapat
menawarkan sesuatu yang berkualitas dan terjangkau serta memiliki kepercayaan
diri menghadapi pesaing. Biaya tidak kemudian menjadi kendala utama, tetapi
yang terpenting bagaimana usaha kecil dan menengah dapat menunjukkan produk
atau jasa yang ditawarkan melalui websitenya dan dapat dilakukan melalui
penjualan secara online
Dengan
menggunakan e-commerce, produsen dapat merubah daftar harga atau melakukan
kustomisasi produk atau jasa yang ditawarkan dan terinformasikan secara cepat
melalui website. Sesuatu yang biasanya memerlukan waktu yang lama untuk
dilaksanakan atau diintegrasikan, dengan e-commerce menjadi lebih
cepat. Melakukan model usaha yang inovatif atau melakukan re-engineering,
melaksanakan spesialisasi dengan derajat yang tinggi atau meningkatkan
produktivitas dan perhatian terhadap pelanggan, bukan sesuatu yang tidak
mungkin dengan e-commerce. E-commerce juga bermanfaat dalam
membangun database pelanggan yang komprehensif. Produsen dapat mempunyai
informasi tentang pola pemesanan yang dilakukan pelanggan dan mengelolanya
sebagai informasi yang berharga. Database tersebut akan membantu produsen saat
melakukan pemasaran dan strategi promosi agar dapat tepat sasaran.
Dalam konteks hubungan dengan mitra bisnis, e-commerce membantu
dalam mengurangi inefisiensi yang mungkin terjadi dalam rantai penawaran,
mengurangi kebutuhan untuk membuat inventory dan menghindari keterlambatan
pengiriman. Sehingga produsen mempunyai kepercayaan diri tentang usaha yang
dijalankan dalam melakukan kerjasama dengan pemasok dan perusahaan jasa. E-commerce secara inherentakan
menyederhanakan dan mengotomatisasi proses bisnis yang mendukung, menggabungkan
dengan kecepatan dan efisiensi dalam kegiatan usaha. Dalam hubungannya dengan
pelanggan, e-commerce membantu dalam menfasilitasi kegiatan pembelian
yang nyaman.
E-commerce dapat menghemat waktu pelanggan dibandingkan
jika pelanggan tersebut melakukan pembelian secara off-line. Seringkali
pelanggan membayar lebih murah untuk harga produk tertentu dibandingkan jika
pelanggan membelinya secara off-line. Meskipun memiliki beberapa keuntungan,
penggunaan e-commerce juga menghadapi kendala. Melakukan kegiatan
transaksi secara online berarti pelanggan akan terpaksa menyediakan
sejumlah informasi pribadi yang dipersyaratkan oleh penjual. Persyaratan ini
tentunya dapat mengganggu kerahasiaan dan menimbulkan issu tentang keamanan
dari informasi yang disediakan. Protokol untuk proses tertentu yang belum
standard, pita lebar (bandwith) telekomunikasi yang terbatas dan
keterbatasan software yang digunakan, merupakan beberapa isu teknis
yang mengakibatkan e-commerce masih kurang terintegrasi dengan sistem
IT yang kontemporer. Disamping kendala teknis, issu non teknis juga menjadi
kendala dalam penggunaan e-commerce. Masih banyak pembeli yang tidak
percaya dan susah merubah kebiasaannya untuk bertransaksi tanpa bertemu
langsung dengan penjualnya dan menggunakan kertas yang terbatas (paperless).
Kesimpulan
Dengan pemanfaatan dan penggunaan teknologi internet
diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap dunia bisnis yang
kompetitif tersebut. Perusahaan yang mampu bersaing dalam kompetisi tersebut
adalah perusahaan yang mampu melakukan implementasi teknologi ke dalam
perusahaannya. Salah satu jenis implementasi teknologi dalam hal meningkatkan
persaingan bisnis dan penjualan produk-produk adalah dengan menggunakan
electronic commerce (e-commerce) untuk memasarkan berbagai macam produk atau
jasa, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Dengan adanya layanan electronic
commerce (e-commerce) ini maka pelanggan dapat mengakses serta melakukan
pesanan dari berbagai tempat. Dengan adanya era teknologi yang canggih saat ini
para pelanggan yang ingin mengakses e-commerce tidak harus berada di
suatu tempat, hal itu dikarenakan di kota kota besar di Indonesia telah banyak
tempat tempat yang menyediakan suatu fasilitas akses internet hanya dengan
menggunakan laptop/notebook dengan menggunakan teknologi wifi.
Jurnal 2
Jurnal 2
Judul : Sikap dan Intensi Pemanfaatan Internet
dalam Kegiatan Bisnis
Penulis : Irena Anggita Nurul Adha dan Ratri Virianita
Pendahuluan
Internet sebagai sebuah jaringan komunikasi global memiliki
beberapa fasilitas (piranti) yang dapat dimanfaatkan untuk beberapakeperluan
baik dalam bisnis maupun non bisnis(Purwanto, 2003). Usaha Kecil dan
Menengah merupakan salah satu sektor ekonomi yang dapat memanfaatkan internet
dalam kegiatan bisnis karena sangat diperhitungkan kontribusinya terhadap
pendapatan negara.
Berdasarkan sumber dari UNDP dalam Anonim (2010)
penggunaan TI dapat meningkatkan transformasi bisnis melalui kecepatan,
ketepatan dan efisiensi pertukaran informasi dalam jumlah yang besar. Menurut
Riyanti (2003) bahwa berhasil atau tidaknya usaha kecil sangat bergantung pada
wirausaha sebagai pemilik dan pengelola usaha kecil sehingga pemilik atau
manajer saat ini dituntut untuk dapat menguasai dan memahami pemanfaatan
teknologi informasi.
Metode
Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mencari
informasi faktual secara detail tentang hal-hal yang sedang menggejala dan
mengidentifikasi masalah-masalah atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan dan
kegiatan-kegiatan yang sedang berjalan (Wahyuni, 2004).
Hasil
Sikap dapat berupa kecenderungan yang positif maupun
negatif. Sikap terhadap pemanfaatan internet dalam konteks penelitian ini
adalah kecenderungan berperilaku yang menunjukkan rasa suka atau tidak suka,
setuju atau tidak setuju terhadap pemanfaatan internet. Pengukuran terhadap
sikap dapat dilihat melalui pernyataan-pernyataan yang mengandung tiga komponen
sikap, yaitu kognitif, afektif dan konatif. Setiap komponen sikap dibagi ke
dalam dua tingkatan, yaitu sikap positif dan sikap negatif.
Sebagian besar responden (65%) memiliki konasi yang positif
terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis. Angka ini menunjukkan
bahwa sebagian responden memiliki kecenderungan untuk memanfaatkan internet
dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini dapat disebabkan oleh pengetahuan dan
kesadaran responden tentang manfaat penggunaan internet dan juga ketertarikan
responden dalam penggunaannya sebagai sarana komunikasi, promosi dan riset
untuk menjalakan usahanya.
Intensi pemanfaatan internet dlama kegiatan bisnis, dimana
intensi merupakan fungsi dari dua determinan dasar, yaitu sikap individu
terhadap perilaku (aspek personal) dan persepsi individu terhadap tekanan
sosial untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku yang bersangkutan yang
disebut dengan norma subjektif.
Intensi atau niat responden untuk memanfaatkan internet
dalam kegiatan bisnis relatif seimbang. Sebesar 55 persen responden
memiliki niat positif untuk memanfaatkan internet dalam kegiatanbisnis dan
45 persen responden memiliki intensi negatif untuk memanfaatkan internet.
Data ini menunjukkan bahwa sikap responden yang positif terhadap pemanfaatan internet
dalam kegiatan bisnis belum tentu akan diikuti dengan intensi yang positif
pula dalam pemanfaatannya.
Hubungan antara sikap dengan pemanfaatan internet dalam
kegiatan bisnis dengan nilai r=0,827 yang menunjukkan hubungan yang tinggi
atau kuat. Berdasarkan data tersebut terbukti bahwa jika sikap terhadap
pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis adalah positif, maka intensinya akan
positif pula. Begitu juga sebaliknya, sikap yang negatif terhadap pemanfaatan
internet dalam kegiatan bisnis akan menghasilkan intensi yang negatif.
Perbandingan kedua Jurnal
Jurnal 1
Pada
jurnal kedua penulis menggunakan studi literarur, yaitu dilakukan dengan
mempelajari bahan-bahan tertulis baik yang berasal dari buku, jurnal, atau
artikel-artikel yang ada di internet sesuai dengan masalah yang berkaitan dalam
hal ini yaitu pemanfaatan e-commerce dalam dunia bisnis.
Pada
jurnal ini membahas mengenai e-commerce seperti jenis-jenis e-commerce,dampak e-commerce terhadap
dunia bisnis, proses e-commerce dalam dunia bisnis, faktor
keberhasilan e-commerce dalam dunia bisnis, manfaat e-commerce bagi
organisasi, konsumen, dan masyarakat luas, dampak positif dan negatif e-commerce bagi
dunia bisnis, serta kelemahan dan kendala e-commerce dalam dunia
bisnis.
Jurnal 2
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode ini menggunakan survei
sebagai acuan penelitiannya. Survei yang dilakukan dengan bertanya kepada 10
responden, dimana 10 respoden tersebut adalah para pelaku usaha dibidang
perdagangan dan jasa.
Kesimpulan:
Pada jurnal 1 membahas mengenai pemanfaatan e-commerce dalam
dunia bisnis, namun metode yang dilakukan hanya menggunakan studi literature
dimana hasil jurnal tersebut berdasarkan teori dari buku, jurnal, atau
artikel-artikel yang ada di internet sesuai dengan masalah e-commerce dalam
dunia bisnis tersebut. Dan pada jurnal kedua responden hanya berjumlah 10
orang, dan itu merupakan kekurangan dari jurnal tersebut karna seharus nya
responden harus lebih dari 10 orang.
SUMBER :